Kebakaran Hutan Terjadi Di Kabupaten Tanah Laut, Sementara Petugas Kalhutra Tala Duduk Santai Sambil Makan Soto/Sup serta Sate, Kabupaten Lain Menjadi Korban Asap Kebakaran Hutan

Bati-bati-Peleihari(Tanah Laut)//Kabupaten Tanah Laut sebagai pemilik hutan dan lahan berawa yang rawan dengan kebakaran hutan pada malam hari akibat oknum masyarakat yang dengan sengaja membakar lahar agar lahan tersebut dapat di pergunakan dengan membuka lahan sebagai lahan yang akan di gunakannya.
Lahan tersebut berlokasi di daerah bati-bati seperti terlihat di geogle map atas kebakaran yang mengakibat asap yang membawa beberapa kabupaten sebagai kabupaten terdekat yang di area Kalimantan Selatan ini.

Salah satunya adalah kabupaten Banjarbaru Liang Anggang), kabupaten Banjar (Km17 sampai dengan Kertak Hanyar) serta Kota Banjarmasin yang menerima asap kebakaran yang di sandang oleh beberapa kabupaten dan kota di KalSel saat ini.

Saat sejumlah awak media yang melintas di daerah kabupaten Tanah laut tersebut, di mana berlokasi di daerah seputaran antara gunung raja dengan bati-bati ini telah terjadi kebakaran hutan yang di sengaja di bakar oleh oknum yang tidak bertanggung jawan yang mengakibat beberapa daerah kota dan kabupaten mengalami sekolah yang dilakukan secara daring dan ada yang masuk sekolah, namun pada jam tertentu yang di tentukan oleh pemerintah setempat melalui dinas pendidikan yang ada di kabupaten tersebut.
Dimana dari kebakaran ini petugas Kalhutra dari Kabupaten Tanah Laut yang ada di lapangan saat awak media menemui, mereka asyik duduk santai sambil makan makanan dari rumah makan soto/sup dan sate. Bukan bekerja memadamkan api 🔥 yang membakar lahar yang mengakibat kabut di beberapa daerah kota dan kabupaten yang mengalami kendala hal ini. 

Tetapi mereka malah dengan enak dan santainya ngobrol sambil makan- makanan yang tersedia oleh rumah makan soto/sup dan sate di daerah bati-bati kabupaten Tanah Laut.

Saat di konfirmasi dengan pihak petugas Kalhutra yang ada dilokasi mereka menyampaikan kepada awak media online Gayatri Putri News@Web.id yang di sampaikan oleh Anggota Damkar Tanah Laut Totom Wahyudi kepada media online Gayatri Putri News@Web.id yang kedapatan sedang santai dan mengobrol makan-makanan Soto/Sup serta Sate yang tersedia oleh rumah makan tersebut. Sementara api 🔥 berkobar tanpa berhenti-henti mengeluarkan asap pekat yang mengakibat kabut saat ini hingga esok pagi.

Saat di konfirmasi dengan yang mengaku dari anggota Damkar Tanah Laut Totom Wahyudi beserta petugas Kalhutra Tanah Laut dari berbagai instansi dan aparat penegak hukum seperti Satpol PP, TNI AD dan petugas lainnya.

Dari Informasi yang di dapat dari narasumber yang bernama Totom Wahyudi mengatakan, mereka termasuk dirinya (Totom Wahyudi) dan lainnya habis melepas lelah telah memadamkan 🔥.

Sehingga berisitirahat sejenak sambil melepas lelah seperti yang terlihat di poto ini dengan sejumlah makanan yang baru selesai di santapnya.

Ketika awak media mempertanyakan mengapa kebakaran yang terlihat dari pinggir jalan raya bekobar dengan kencangnya.

Di jawab anggota yang bernama Totom Wahyudi merupakan anggota Damkar Tanah Laut, mereka kesulitan menjangkau lokasi, dimana lokasi yang akan di tempuh adalah lahan rawa sehingga mereka hanya berjaga di warung sambil memakan makanan yang tersedia di rumah makan tersebut.

Lalu dipertanyakan, seharusnya petugas adalah bertugas memadamkan 🔥, bukan duduk-duduk ngonbrol seperti ini makan-makanan yang ada, di mana saat ini kondisi daerah adalah penuh kabut asap.
Di jawab dengan enteng, kami kesulitan memasuki lahan berawa di tambah lagi kondisi malam hari yang gelap gulita mereka tidak bisa menuju lokasi kebakaran.

Lalu di pertanyakan bagaimana saat ini rawan kabut asap yang mengakibat terkendala dunia pendidikan.

Di jawan salah satu anggota daerah mana yang terkendala dengan pendidikan. Seolah tidak mengetahui sistem belajar di beberapa kota dan kabupaten dengan menjawab tidak ada masalah. Lalu jurnalis menjawab di Banjarmasin sekolah menggunakan sistem daring, kabupaten Banjar sekolah memasuki siang, tidak seperti jam biasanya sekolah pada pagi jam 7.30 wita masuk tetapi dengan konpensasi kabut asap pembelajaran di jadwalkan pada pukul 09.00 wita. Petugas ini terdiam dan tidak menjawab.

Lalu di tanya lagi apakah tidak ada alat atau sejenisnya yang dapat menjangkau kebaran tersebut?.

Di jawab lagi saat ini armada yang di miliki terkendala keterbatasan. Lalu awak media lain menjawab di KalSel ada 3 armada heli kopter milik TNI AU jawabnya kembali bahwa pesawat tersebut ada batas waktu dan jam terbang di tambah lagi lain sebagainya. Lalu bagaimana dengan BPBD setempat di jawabnya lagi saat ini juga ada penangan yang mana ketika di hub. BPBD tersebut hanya berdering tidak menjawab. Namun jurnalin membahaskan. Maap media abang walau di pic abang media, mungkin ngga terkenal dan terdaftar di persatuan wartawan Indonesia(PWI) sehingga tidak perlu mengangkat karna bukan media yang 'SAH' saat ini mereka lebih condong ke media yang tergabung Di Persatuan Warsawan Indonesia(PWI) ketimbang dengan organisasi lain. Petugas ini menjawab. Kami dengan siapa saja menerima tetapi mungkin ada kendala pekerjaan. Jawaban 'BENAR kah' hal ini. Instansi pemerintah yang mencakup harus mempetanyakan ke abasahan dari media mana dan mencek and ricek ke Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), apabila media tersebut tidak terdafatar di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) maka jurnalis tersebut tidak 'SAH' alias 'TIDAK PERLU' di tanggapi. Apabila mengaku sebagai jurnalis sebaiknya cek and ricek mendapatkan hasil media bekerja sama dengan instansi atau pemerintah (Kontrak) atau organisasi yang di akui pemerintah, senadai media tidak terdafatar dalam salaha satu syarat kontrak atau organisasi pemerintah, media tersebut jangan berharap bisa menembus instansi pertikal lebih baik media adalah memberikan berita yang riil untuk masyarakat di baca dan di butuhkan publik ketimbang hal tersebut yang tidak di tanggapi oleh publik karna tidak memberikan informasi yang apdate bagi masyarakat luas.

Mendengar hal ini di mana para petigas Kalhultra satu persatu pergi ada yang tidak menghabiskan makanan dan ada yang cepat-cepat pergi untuk terekam kamera publik untuk terpublikasi. Yang publik membutuhkan berita akurat, independen dan terpaca untuk di baca bukan informasi yang sudah di olah matang sehingga masyarakat tidak membaca. 

Saat ini KalSel rawan dengan kabut asap, dimana masayarakt di harapakan untuk menjaga kondisi di saat cuaca panas seperti menggunakan alat pelindung seperti masker baik saat siang atau malam hari dan menggunakan kaca pelindung untuk menutup kedua belah mata yang mana membuat penglihatan perih terkena asap tebal saat ini. Gayatri Putri News@Web.id melaporkan (Gatot)

0 Komentar