Usai Menggelar Aksi Demontrasi Di Depan Kantor Kintap Jaya Watindo, Di Lanjutkan Dengan Aruh Adat Secara Islam dan Dayak, Sebelum Pelaksanan Panen Perdana

Peleihari-Kintap//Usai menggelar aksi demontrasi yang di lakukan oleh ketua Kintap Tani 01 atas lahan yang di kliem oleh perusahaan PT. Kintap Jaya Watindo (KJW) atas lahan masyarakat seluas kurang lebih 800 Ha ini.  

Akhirnya para kelompok masyarakat di bawah pimpinan ketua Kintap Tani 01 Syahrun yang bersama masyarakat tokoh adat baik secara islam dan dayak, dimana adat islam dengan berdoa sesuai tuntutan ajaran islam dan masyarakat adat dayak denga menggelar adat memotong hewan berupa babi sebagai simbol kepercayaan atas ajarannya.

Pemotongan hewan yang merupakan persembahan kepada roh yang di percaya sebagai pelindung dan penjaga atas segala perbuatan roh jahat baik secara nyata dan tidak nyata.

Adat dayak memang menggunakan ritual dengan memalas seekor hewan berupa babi sebagai simbol atas roh yang di percaya olehnya dapat melindungi masyarakat dari gangguan yang akan menimpa mereka kedepan.

Persembahan berupa seekor hewan berupa babi dapat di percaya, bahwa roh yang ada dapat melindungi anak cucu yang akan menjaga alam dari serangan musuh.

Roh ini adalah persembahan sebagai simbol kepercayaan terhadap agama hindu khaharingan dapat membantu anak cucu mereka dari serangan yang merusak segala kebaikan dan bahaya. Apabila bahaya datang maka roh tersebut dapat melindungi dari ancaman yang ada dan dapat menimbulkan segala bencana ketika akan melawan anak cucu mereka dalam mepejuangkan hak-haknya.

Seperti terlihat pada gambar di atas, segala sesaji baik berupa makan dan hewan adalah sebagai ucapan rasa terima kasih mereka kepada penjaga roh yang di percaya. Apabila pihak perusahaan dan lainnya melanggar atau melakukan perbuatan yang tidak di kehendaki. Maka atas dasar kepercayan bahwa roh akan membalaskan dengan tidak terlihat oleh siapapun. Gayatri Putri News9@gmail.com melaporkan(Gatot)

0 Komentar