Menggelar pemilihan duta wisata atau duta yang bisa di anggap untuk mempromosikan wisata atau sejenisnya bagi suatu daerah setempat dengan menggelar acara semacam ini.
Tidak tanggung-tanggung, di tengah pemerintah memberlakukan terhadap efesiensi anggaran yang di khususkan untuk pembangunan dan sebagainya, justru pemerinta daerah kabupaten Banjar tidak peduli dengan hal ini.
Malah menyebut dengan menyelenggarakan pemilihan duta wisata untuk daerah atau sejenisnya bisa meninggkatkan pendapatan dari segi sektor pariwisata.
Anggaran yang di kucurkan oleh pemerintah daerah tidak sedikit, guna menunjang kegiatan ini, di mana dana yang di gelontarkan adalah sebesar Rp.314 juta yang di nilai tidak sebanding dengan manfaat untuk pariwisata.
Malam puncak pemilihan Naga 2026 kabupaten Banjar di selenggarakan dengan penuh mewah, acara ini berlangsung di sehotel terletak perbatasan dengan kota Banjarbaru yaitu Grand Qin. Pemerintah Kabupaten Banjar menyebut ajang ini merupakan bukan sekedar memilih duta wisata saja, tetapi membentuk generasi muda yang berkaeakter, kreatif, dan cinta seni budaya.
Menurut Disbudbar kabupaten Banjar Nanag Galuh di harapkan menjadi : Duta Promosi Wisata, Duta Seni Budaya, Influencer daerah melalui media sosial, Wakil Banjar di ajang tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
Berdasarkan pada penulusan dana ini mencapai Rp.314.006.000,00 yang berasal dari berbagai paket belanja APBD kabupaten Banjar tahun 2026. Adapun 4(empat) pos anggaran terbesar adalah penyelanggaraan acara sebesar Rp.189,48 juta. Komsumsi Rapat sebesar Rp.44 juta, Perlengkapan Dinas sebesar Rp. 35 juta, Sauvenir atau cendramata Rp.15,47 juta dengan 90% anggaran terserap pada empat komponen.
Lalu yang menjadi pertanyaan?. Apakah anggaran ratusan juta rupiah tersebut menghasilkan diantaranya, peningkatan kunjungan wisata?, Promosi budaya yang terukur?, dan Dampak ekonomi bagi masyarakat?. Jawabannya, hingga kini belum ada data capaian yang di publikasikan kepada masyarakat.
' Kalau memang bermanfaat, silahkan di lanjutkan, tapi kalau tidak ada manfaat nyata, itu hanya membuang dana daerah, lebih baik di alihkan untuk masyarakat yang membutuhkan papar Akmad Husaini ( Ketua LSM KAKI KalSel.
Lalu bagaimana pemdapat masyarakat?. Mantan model di era tahun 1995 sampai 2000 ini. Menyebut ajang ini tidak ada satu pun yang dapat di banggakan oleh daerah, dimana ajang ini hanya sekedar bentuk pamer-pamer saja, di mana ketika yang menyandang sebaagi Naga di tingakt nasional saja sudah tidak ada apanya, apalagi untuk daerah berbeda dengan daerah lain di sana duta benar-benar sebagai duta wisata yang dapat menjalankan fungsi dan tugasnya. Di KalSel hanya sebagai lambang penerima tamu kehormatan atau hanya sebagai poto di setiap publik, bahwa inilah duta wisata kebanggaan KalSel. Berbeda dengan Galuh Banjar dan Nanang Banjar yang ada sekarang menjadi seorang benar-benar mewujudkan mimpinya sebagai duta daerah. Sebut saja Hj. Ananda berawal dari karier menjadi Galun Banjar di masanya dirinya sering menjadi ikon baik sebagai presenter media, menjadi duta ajang pemilihan tingkat nasional hingga wakil KalSel dalam Puteri Indonesia yang menjadi Runner Up 1. Di tambah lagi Hidayattulah atau dayat el, memang dia ingin menjadi seorang politikus yang mana saat ini menjadi anggota DPD. Lalu mana Nanang dan Galuh yang sejak awal ada hingga sekarang. Malah ketenteng dengan pakaian bahwa saya adalah Nanang dan Galuh daerah baik tinggakat kabupaten dan kota maupun hingga wakil provinsi yang ada. Katanya sebagai simbol duta wisata. Wisata yang ada saja di promosikan bukan dari dirinya malah media sosial atau sejenisnya masyarakat atau kalangan yang telah menikmati sementara duta wisata hanya sebagai ikon penerima tamu atau menjadi simbol tamu setiap acara ungkap pemgamat model yang juga pernah menjadi nanang Banjar di era 2000 silam yang tidak mau menyebutkan namanya ini. Apakah ini benar-benar duta wisata atau duta-dutaan saja yang bisanya menghabiskan uang rakyat. Sementara pembangunan banyak yang harus di benahi ubgkapnya. Simak terus berita yang di sajikan oleh Gayatri Putri News9@gmail.com yang independen dan terpecaya untuk di baca. (Tim/Ig)
0 Komentar